Undang Undang dan Prinsip Tunggal

Februari 18th, 2010 by indraak11253

Undang Undang dibuat oleh manusia untuk mengatur kehidupan agar lebih baik. Pertanyaannya adalah apakah UU dibutuh manusia? Jawabnya bisa Iya dan bisa Tidak.

Jawaban tidak, karena
sesungguhnya Tuhan telah menciptakan kehidupan dalam suatu sistem yang terintegerasi dan komperhensi dengan sangat sempurna. Sistem dimaksud terdiri dari prinsip prinsip yang merupakan lautan prinsip tunggal yang tanpa batas. Dengan berpegang atau melaksanakan Prinsip tunggal, kehidupan secara otomatis akan menjadi lebih baik.

Jawaban Iya, karena manusia belum menemukan prinsip tunggal yang mengaturnya. Yang dimaksud adalah UU dibuat harus dalam kontek mengungkap prinsip tunggal yang mengatur masalah kehidupan dimaksud.
Sebagai contoh pernikahan, pernikahan telah diatur oleh agama (agama adalah prinsip tunggal). Maka sia sia atau percuma pemerintah membuat UU perkawinan, bila bertentangan dengan agama. Seharusnya pemerintah membuat UU yang sejalan dengan prinsip tunggal atau agama, karena UU cenderung kebenarannya relative dan hanya akan menimbulkan banyak permasalahan dalam kehidupan, antara lain bisa menimbulkan ketidak adilan (melanggar prinsip tunggal keadilan).

Dapat disimpulkan, bahwa timbulnya permasalahan dalam kehidupan pribadi atau kehidupan komunitas, karena adanya penyimpangan atau pelanggaran terhadap prinsip tunggal. Solusinya sederhana, kembali ke prinsip tunggal.

Prinsip Tunggal, Aliran Kepercayaan dan sempalan agama.

Februari 18th, 2010 by indraak11253

Pemaham manusia tentang Ketuhanan sangat fluktuatif. Agama yang merupakan rahmat (kemudahan) dari Tuhan, tidak selalu disyukuri. Ini adalah bentuk ego dan kesombongan manusia, yang justru merupakan kebodohan.

Secara umum semua agama mempunyai visi yang sama yaitu membentuk manusia yang utuh dan bermartabat, dengan ajaran moralnya. Moral dimaksud, secara mendasar terdiri dari tiga hal (prinsip dasar) yang sama yaitu : Tuhan, Manusia dan Komunitas.

Tuhan atau Prinsip Ketuhanan, mengatur kehidupan pribadi (moral yang berhubungan dengan akidah atau ingeritas diri), Prinsip Tunggal Utamanya adalah Iman dan Taqwa.

Manusia atau Prinsip Kemanusiaan, mengatur kehidupan Antar Personal (moral yang berhubungan akal budi atau martabat). Prinsip Tunggal Utamanya adalah Keadilan dan Keberadaban.

Komunitas atau Prinsip Tunggal Persatuan, mengatur Kehidupan Komunitas (moral yang berhubungan dengan keseimbangan). Prinsip Tunggalnya adalah kebersamaan dan Musyawarah.

Adapun misi suatu agama berbeda sesuai Rasul yang menyampaikan dan jamannya. Kristen, Isa Almasih as sebagai Juru selamat. Islam, Muhammad saw sebagai Rahmatan Lilalamin (pembawa rahmat).

Kesimpulannya, Aliran kepercayaan atau sempalan agama, harus mempunyai kritearita seperti di atas. Jika tidak sesuai, artinya telah keluar dari prinsip tunggal atau kebenaran Illahi. Segala sesuatu yang keluar dari prinsip tunggal, pasti akan menimbulkan penolakan. Kuatnya penolakan tergantung dari kadar pelanggarannya. Terhadap aliran atau sempalan agama yang dianggap sesat, karena telah keluar dari prinsip tunggal, pemerintah mempunyai kewajiban untuk mencegah atau melarang keberadaannya, tanpa harus membuat undangnya.

Filsafat, Pancasila, Prinsip Tunggal dan Agama

Februari 5th, 2010 by indraak11253

Filsafat adalah hasil pemikiran manusia berupa nilai-nilai berwujud kebenaran, yang bersifat fundamental, universal dan hakiki. Filsafat mengajarkan kearifan dan kebijakan dalam kehidupan. Filsafat bisa membentuk suatu sistem dalam kehidupan. Di sini seolah-olah manusia menciptakan sistem, melalui filsafat.

Bandingkan dengan Prinsip Tunggal, prinsip tunggal adalah kebenaran mutlak yang berwujud prinsip-prinsip yang ditetapkan oleh Illahi (Tuhan) berupa takdir yang tidak dapat dirubah. Prinsip-prinsip dimaksud merupakan suatu sistem yang komperhensip. Prinsip Tunggal bersifat imperatif (mengikat, memaksa), harus atau wajib dilaksanakan atau ditaati. Pelanggaran terhadap prinsip tunggal beresiko, hilangnya keseimbangan alam, kelestarian dan merusak tatanan kehidupan. Prinsip tunggal bisa berupa nilai-nilai moral, hukum alam atau lainnya yang bertujuan melestarikan kehidupan. Di sini manusia berusaha mencari dan mengungkap sesuatu (prinsip tunggal) yang memang sudah ada, dan manusia secara otomatis menjadi bijak, bila melaksanakan prinsip tunggal.

Pancasila adalah dasar negara RI, yang terdiri dari ideologi (sila ke 1,2 dan3), visi (sila ke 4) dan misi (sila ke 5).
Ideologi Pancasila identik dengan Ideologi Prinsip Tunggal, yang sesungguhnya adalah ideologi agama. Ketiganya ( ideologi pancasila, prinsip tunggal dan agama) adalah kebenaran mutlak yang berwujud prinsip-prinsip yang merupakan suatu sistem yang komperhensip. Yang dijadikan filsafat hidup atau prinsip hidup, sebagai akidah dan landasan moral dalam komunitas dunia (global).

Dengan Filsafat, banyak prinsip tunggal yang terungkap, jadi filsafat adalah sarana untuk mengungkap dan memahami prinsip tunggal. Agama mengajarkan prinsip-prinsip yang harus atau yang tidak boleh dilakukan oleh manusia. Agama adalah prinsip tunggal yang mengatur kehidupan. Sebagai manusia seharusnya kita bersyukur, karena agama mempunyai rujukan yang jelas yaitu kitab suci, dan ini memudahkan manusia untuk mengungkap kehidupan (lautan prinsip tunggal). Dengan memahami pancasila, prinsip tunggal atau agama, manusia dapat memilih jalan lurus untuk mencapai tujuan hidupnya di dunia (sukses dunia dan akhirat).

Kehidupan adalah lautan Prinsip Tunggal

Januari 22nd, 2010 by indraak11253

Tuhan mencipta kehidupan dengan sangat sempurna. Kehidupan seolah tanpa batas, sedemikian luasnya diatur dengan prinsip prinsip atau aturan aturan yang merupakan suatu sistem yang pasti, kekal (selama masih ada kehidupan didunia) dan tidak dapat dirubah.

Prinsip prinsip itu adalah Prinsip Tunggal (kebenaran Illahi atau kebenaran mutlak) yang merupakan takdir. Manusia mau atau tidak, suka atau tidak, harus menerima, mentaati atau melaksanakan Prinsip Tunggal (imperatif). Prinsip Tunggal harus dijadi prinsip dalam kehidupan manusia. Pelanggaran terhadap Prinsip Tunggal berakibat rusaknya lingkungan dan kehidupan itu sendiri (kiamat).

Kehidupan yang sedemikian luasnya bagaikan lautan Prinsip Tunggal yang tanpa batas. Keterbatasan manusia penyebab utama ketidak sempurnaan dalam memahami kehidupan (prinsip tunggal) dengan sempurna. Akan tetapi lautan prinsip tunggal dapat disederhanakan sebagai berikut :

Pertama, lautan prinsip tunggal kehidupan pribadi. Prinsip Tunggal Utamanya adalah “Ketuhanan”. Pemahaman ketuhan seseorang biasanya mengalami pasang surut, secara mendasar Prinsip Tunggal ketuhanan terdiri dari Prinsip Tunggal (Pt) Iman dan Pt Taqwa. Iman dan taqwa ini, bila dipahami dengan benar, akan membawa manusia dalam perilaku yang bermotivasikan niat ibadah. Perilaku yang berdasarkan niat ibadah yang terendah adalah mencari pahala sebesar besarnya sedangkan yang tertinggi adalah Lillahi Taalla. Bisa dibayangkan, bila niat ibadah ini dijadikan landasan sistem ekonomi, politik dan lain-lain, maka kesejahteraanlah hasilnya.

Kedua, lautan Prinsip Tunggal kehidupan antar personal (sosial), Prinsip Tunggal Utamanya adalah “Kemanusiaan”. Secara mendasar prinsip tunggal kemanusia terdiri dari Pt Keadilan dan Pt Keberadaban, yang merupakan landasan moral dalam kehidupan sosial. Keadilan dan keberadaban akan menciptakan ketentraman, keserasihan dan keindahan dalam kehidupan.

Ketiga, lautan Prinsip Tunggal kehidupan kelompok atau komunitas. Perlu dipahami bahwa setiap pribadi secara langsung ataupun tidak langsung, adalah merupakan anggota komunitas dari komunitas yang terkecil (keluarga) sampai yang besar (negara), bahkan juga merupakan anggota komunitas dunia. Prinsip Tunggal yang mengatur kehidupan komunitas adalah “Persatuan”. Secara mendasar Prinsip Tunggal persatuan terdiri dari Pt Kebersamaan dan Pt Musyawarah. Dengan Pt Kebersamaan dan Pt Musyawarah, maka akan tercipta keamanan dan kedamaian.

Ketiga Prinsip Tunggal Utama yaitu, Ketuhanan akan membentuk akidah, Kemanusiaan akan membentuk moral dan Persatuan akan membentuk komunitas. Ketiganya merupakan Tri Tunggal yang harus dipahami dan dilaksanakan secara utuh (komperhensip). Prinsip Tunggal lainnya yang secara kuantitative tak terhingga adalah rahasia Illahi (Tuhan) yang berupa turunan dari ketiga Prinsip Tunggal Utama. Permasalahan dalam kehidupan timbul (terjadi) karena adanya penyimpang dari prinsip tunggal, solusinya adalah kembali ke prinsip tunggal (sederhana dan mudah). Yang sulit adalah mendapatkan atau mengetahui prinsip tunggalnya (rahasia Illahi).

Cara Elegan adalah ciri keberadaban.

Desember 15th, 2009 by indraak11253

Haruskah kita melengser Sby, karena kasus bank Century? Jawabnya pasti, Iya! Terutama bagi mereka yang mengikuti ego, baik pribadi ataupun kelompok.

Tidak ingatkah kita, pengalaman reformasi dengan melengser Soeharto. Beliau adalah bapak Pembangunan, yang hampir membawa Indonesia lepas landas. Kalau saja kita bersabar, menunggu Soeharto menyelesaikan tugasnya, kemungkinan kita tidak akan terpuruk seperti sekarang ini.
Bencana yang kita alami selama ini, mungkin teguran dari Illahi atas apa yang kita pikirkan dan yang kita perbuat.

Kalau saja kita memahami Pancasila dengan baik, tentu kita dapat menekan ego kita. Pancasila yang tidak lain adalah prinsip tunggal atau kebenaran mutlak, tiada lain adalah agama yang banyak mengajarkan moralitas (keadilan dan keberadaban).

Sebagai manusia yang beradab dan berprinsip pada keadilan, tidak sepatutnya kita bertindak arogan, dan merasa paling benar (sombong), dengan memaksakan kehendak. Apalagi bila kita mengedepankan prinsip ketuhanan yaitu iman dan taqwa, maka segala perilaku dan niat kita akan berorientasi pada ibadah. Dan jangan lupa, damai dan tentram hanya ada bila kita menjaga persatuan yaitu dengan kebersamaan dan musyawarah baik dalam komunitas keluarga, negara dan juga dunia.

Kesimpulannya, kalau kita memahami pancasila sebagai prinsip tunggal secara utuh, maka dalam menyelesaikan masalah, cara cara yang kita gunakan adalah cara yang elegan (beradab), efisien dan efektif.

Pancasila dan Islam

Desember 15th, 2009 by indraak11253

Pancasila adalah Dasar Negara. Sebagai dasar negara, pancasila terdiri dari :

1. Ideologi Negara (sila ke 1,2 dan 3), sebagai landasan atau prinsip kehidupan.

2. Visi Negara (sila ke 4) yaitu membentuk pemerintahan rakyat (demokrasi).

3. Misi Negara (sila ke 5) yaitu mewujudkan keadilan sosial.

Ideologi pancasila (trisila), yang merupakan kebenaran mutlak atau prinsip tunggal (baca blog prinsip tunggal), adalah ideologi prinsip tunggal yang sebenarnya adalah ideologi agama. Karena agama adalah prinsip tunggal atau kebenaran mutlak, yang mempunyai rujukan yang jelas dan pasti yaitu kitab suci. Sedangkan trisila itu hanya rumusan yang mendasar dari agama tentang kehidupan manusia. Semua agama mempunyai rumusan yang sama tentang kehidupan manusia. Prinsip Tunggal Trisila mengambarkan aspek atau dimensi kehidupan manusia, yaitu :

1. Aspek atau dimensi Kehidupan pribadi (prinsip ketuhanan atau tauhid yaitu iman dan taqwa).
2. Aspek atau dimensi Kehidupan antar personal (prinsip kemanusian atau moral yaitu adil dan beradab).
3. Aspek atau dimensi Kehidupan komunitas (prinsip persatuan atau komunitas yaitu kebersamaan dan musyawarah).

Ketiga aspek kehidupan di atas, prinsip prinsip yang dikandungnya tak terhingga jumlahnya. Sehingga dapat mengantisipasi semua permasalah kehidupan yang tanpa batas.

Islam adalah agama yang dipeluk oleh mayoritas rakyat Indonesia. Sedangkan agama (bukan hanya islam) adalah prinsip tunggal atau kebenaran mutlak. Jadi Ideologi Pancasila atau Prinsip Tunggal Trisila adalah Ideologi Islam sesuai dengan prinsip keadilan (karena mayoritas WNI Muslim).

Prinsip tunggal adalah kebenaran mutlak yang berupa ketentuan Illahi yang tidak dapat dirubah atau takdir, oleh karenanya wajib bagi NKRI untuk menegakkan Syariat Islam bagi umat muslim yang menjadi warganya. (Baca blog miauideologi tentang “KEUNGGULAN SYARIAT ISLAM”).

Pancasila dan Nasionalisme

Nopember 28th, 2009 by indraak11253

Pancasila adalah produk bangsa Indonesia, yang harus kita hargai dan syukuri kelahirannya. Mengapa? Karena tanpa kita sadari pancasila telah membawa kita sebagai bangsa atau salah satu komunitas dunia kearah yang benar (menuju ke kebenaran mutlak atau prinsip tunggal), walau belum sepenuhnya (100%).

Sejarah menunjukan bahwa pemahaman dan penerapan pancasila selama ini mengarah ke pembenaran (kebenaran relative). Oleh karenanya wajar bila pancasila menjadi sumber kontroversi.

Kontroversi akan hilang, bila sila sila pancasila telah murni sebagai kebenaran mutlak atau prinsip tunggal, dan dipahami sebagai aksioma Illahiah.

Pancasila dapat dijelaskan sebagai aksioma Illahiah sebagai berikut :

Sila pertama,
Ketuhanan YME adalah kebenaran mutlak atau prinsip tunggal. Prinsip ketuhanan (tauhid) adalah iman dan taqwa. Iman dan taqwa mengatur aspek (dimensi) kehidupan pribadi yang inti atau muaranya adalah ibadah.

Sila kedua,
Kemanusiaan yang adil dan beradab (moral) adalah kebenaran mutlak atau prinsip tunggal. Prinsip kemanusiaan ini mengatur aspek (dimensi) kehidupan antar personal yang dapat menciptakan kedamaian dan ketentraman dalam kehidupan.

Sila ketiga,
Persatuan Indonesia adalah nasionalisme. Nasionalisme adalah sasaran antara (kebenaran relatif). Nasinalisme harus digerakan menuju persatuan dunia (sifat Illahiah) yang merupakan kebenaran mutlak atau prinsip tunggal. Prinsip persatuan adalah kebersamaan dan musyawarah yang mengatur aspek (dimensi) kehidupan komunitas atau kelompok.

Sila ke 1,2 dan 3 di atas adalah ideologi sebagai landasan tauhid dan moral dalam kehidupan tanpa mengabaikan persatuan, yang harus dilaksanakan secara utuh, karena salin melengkapi.

Sila keempat,
Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmah kebijaksanaan dalam permusyawarahan dan perwakilan. Sila ini sebenarnya adalah demokrasi yang merupakan Visi, yaitu membentuk pemerintahan rakyat.

Sila kelima,
Keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia, sila ini merupakan Misi yaitu mewujudkan keadilan sosial.

Nasionalisme sebaiknya ditinggalkan, karena nasionalisme memicu ego. Nasionalisme bukan kebenaran mutlak atau prinsip tunggal, karena keluar dari sifat Illahiah ( persatuan yang sesungguhnya).

PTEYU mewujudkan D2AS.

Oktober 29th, 2009 by indraak11253

Dunia yang damai, aman dan sejahtera (D2AS) adalah impian semua orang. Untuk dapat mewujudkannya bukanlah sesuatu yang sulit, kebhinekaan dan kemajemukan akan dapat diatasi bila warganya memiliki kesadaran akan kebutuhan “Prinsip Tunggal Enam Yang Utama” (PTEYU).

Keenam prinsip tunggal yang utama dimaksud adalah,

1. Iman dan Taqwa
2. Adil dan Beradab
3. Kebersamaan dan Musyawarah

keenam prinsip tunggal diatas, adalah kebutuhan yang mutlak harus dipenuhi, agar kehidupan dan lingkungannya (bumi) lestari, aman, damai dan sejahtera.

Pendidikan dasar dengan mengedepankan PTEYU mutlak diperlukan sebagai infrastruktur. PTEYU adalah prinsip yang komperhensip, artinya harus dilaksanakan secara utuh (lengkap). PTEYU universal dan sangat ideal dijadikan prinsip hidup atau ideologi.

Sekuler apa kabarmu?

September 27th, 2009 by indraak11253

Sekuler adalah paham atau pemikiran yang memisahkan antara agama dengan pemerintahan. Pemikiran-pemikiran yang berhubungan dengan sekulerisme antara lain :

1. Mengurangi keterikatan agama negara dengan pemerintahan.
2. Menunjang demokrasi dengan melindungi hak-hak kalangan beragama minoritas.
3. Menghilangkan pembedaan yang tidak adil dengan dasar agama.
4. Pernyataan agama tidak mempunyai legimitasi secara epistemologi dan tidak dijamin baik oleh agama dan pengalaman.
5. Pencapaian kebenaran mutlak adalah mustahil, toleranisme dan skeptisme harus jadi prinsip antara ilmu pengetahuan dan agama.
6. Menganti hukum agama dengan hukum sipil.

Sekulerisme adalah kebenaran empiris, oleh karenanya perlu diluruskan agar tidak menimbulkan kontroversi. Untuk dapat meluruskan paham atau pemikiran sekulerisme, kita harus pahami dahulu aspek atau dimensi kehidupan manusia. Aspek kehidupan manusia sangat luas dan bisa tak terhingga, tetapi secara mendasar hanya ada tiga aspek utama, yaitu :

1. Aspek kehidupan pribadi
2. Aspek kehidupan antar personal
3. Aspek kehidupan komunitas atau kelompok.

Jadi aspek atau dimensi kehidupan manusia dapat dilihat dari tiga sisi yang berbeda, dengan kata lain kehidupan manusia berdimensi tiga. Setiap dimensi mempunyai prinsip yang berbeda dan salin melengkapi.

Sekarang kita coba membahasnya satu persatu,

1. Mengurangi keterkaitan agama negara dengan pemerintahan,
Dalam dimensi kehidupan pribadi prinsip tunggalnya adalah “Iman dan Taqwa”. Sedangkan pemerintahan masuk dalam dimensi kehidupan komunitas, prinsip tunggalnya adalah “Kebersamaan dan Musyawarah”. Prinsip tunggal kehidupan pribadi tidak bisa digunakan dalam kehidupan komunitas, begitu pula sebaliknya.
Jadi tidak relevan mencampur baurkan kedua aspek yang berbeda. Tetapi agama komperhensip, mengatur semua aspek kehidupan. Jadi memisahkan agama dengan pemerintahan, kurang tepat. Yang benar adalah memisahkan aspek kehidupan pribadi dengan aspek kehidupan komunitas. Pemerintah tidak punya hak mengatur aspek kehidupan pribadi, yang diatur pemerintah adalah kehidupan komunitas. Pemerintah tidak perlu repot-repot membuat aturan, karena agama sudah mengaturnya. Yang harus dilakukan adalah, pemerintah bersama tokoh agama, menafsirkan prinsip tunggal yang ada dalam agama, untuk dilaksanakan dalan kehidupan komunitas negara.

2. Menunjang demokrasi dengan melindungi hak-hak kalangan beragama minoritas,
Dalam kehidupan komunitas, prinsip tunggal utamanya adalah persatuan, derivatifnya prinsip tunggal kebersamaan dan musyawarah. Jadi tidak ada pembedan hak-hak antara kalangan beragama minoritas dengan mayoritas, jika prinsip tunggal kebersamaan yang dipakai dalam kehidupan komunitas negara atau dunia. Justru demokrasi yang perlu dipertanyakan, apakah demokrasi tidak menyimpang dari prinsip tunggal atau kebenaran mutlak? Karena realita yang kita lihat dan rasakan, demokrasi hanya menghambur- hamburkan uang dan banyak memicu konplik. Demokrasi sebagai sasaran antara sah-sah saja, tapi harus segera ditemukan prinsip tunggalnya.

3. Menghilangkan pembedaan yang tidak adil dengan dasar agama,
Jika yang digunakan prinsip tunggal, dalam aspek atau dimensi kehidupan yang manapun tidak akan pernah terjadi. Ketidak adilan lebih disebabkan ulah atau arogansi manusia yang menerapkan kebenaran relative dan menyimpang dari prinsip tunggal atau kebenaran Illahi.

4. Pernyataan agama tidak mempunyai legitimasi secara epistemology dan tidak dijamin baik oleh agama dan pengalaman,
Agama adalah keyakinan akan kebenaran Illahi, jadi legimitasi pernyataan agama secara epistemology (philosophy), teori keilmuan (empiris) bukanlah porsinya. Pernyataan agama adalah aksioma Illahiah, postulatnya pasti, tidak akan berubah, sumbernya jelas yaitu ayat-ayat qauliyah. Pernyataan agama jika itu merupakan prinsip, ia adalah prinsip tunggal.

5. Pencapaian kebenaran mutlak adalah mustahil, toleranisme dan skeptisme harus jadi prinsip antara ilmu dan agama,
Pencapaian kebenaran mutlak bukanlah sesuatu yang mustahil, prinsip tunggal adalah kebenaran mutlak, ia adalah rahasia Illahi berupa ilmu yang merupakan kewajiban manusia untuk mencapainya, apabila manusia ingin meningkatkan derajatnya sebagai mahluk Tuhan. Banyak prinsip tunggal yang telah diraih atau didapat manusia, memahami prinsip tunggal adalah merupakan hidayah yang diberikan Tuhan kepada mahluknya. Skeptisme hanya untuk kebenaran empiris, sedangkan untuk kebenaran mutlak adalah keyakinan. Toleranisme hanya berlaku dalam perjalanan mencapai kebenaran mutlak, setelah kebenaran mutlak dicapai, maka tidak ada toleranisme.

6. Mengantikan hukum agama dengan hukum sipil,
Adalah bentuk pelecehan terhadap Tuhan. Memilih kebenaran empiris atau kebenaran relative dari pada kebenaran mutlak adalah bentuk kebodohan.

Kesimpulan paham sekulerisme adalah pemikiran yang menyimpang dari kebenaran mutlak (prinsip tunggal). Jadi pada waktunya sekulerisme akan ditinggalkan. InsyaAllah

Nasionalis masuk Neraka

September 23rd, 2009 by indraak11253

Anda mungkin pernah mendengar cerita Ramayana, ia adalah satria pembasmi kejahatan atau angkara murka. Rival Ramayana adalah Rahwana raja Alengka yang bejat moralnya. Rahwana bersumpah ketika isterinya sedang mengandung, ia akan mengawini anaknya bila yang lahir perempuan, dan menjadikan musuh bila lahir laki-laki. Ternyata isterinya melahirkan anak perempuan, dan oleh adiknya yang bijaksana, anaknya dibuang dan diganti anak laki-laki (Indrajit). Maka sesuai sumpahnya Indrajit dijadikan musuhnya, tetapi apa yang terjadi? Rahwana ternyata tidak berhasil mengalahkan Indrajit. Anak perempuan Rahwana adalah dewi Shinta yang sangat cantik, ia adalah isteri Ramayana. Mendengar kecantikan dewi Shinta, Rahwana menculiknya untuk dijadikan isteri.

Ramayana berusaha merebut dewi Shinta dari tangan Rahwana, perangpun terjadi, pasukan Ramayana berhasil mengalahkan pasukan Rahwana. Melihat pasukannya kalah, Rahwana meminta adiknya Kumbokarno yang sangat sakti untuk menghalau pasukan Ramayana. Kumbokarno menolaknya, karena tidak mau membela kakaknya yang bejat. Lalu dengan liciknya, Rahwana berhasil membangkitkan rasa nasionalisme adiknya, berdalih membela negara Kumbokarno berperang melawan Ramayana. Akhir cerita Kumbokarno gugur dalam medan perang dan Rahwana berhasil dibunuh Ramayana.

Kumbokarno yang gugur dalam medan perang membela negaranya, ternyata tidak mendapat surga dan bahkan dimasukan ke neraka. Dari cerita di atas dapat diambil kesimpulan, bahwa semangat nasionalisme adalah kebenaran relatif, tergantung dari sisi mana mendukungnya. Kalaupun semangat nasionalisme dijadikan pemersatu suatu bangsa atau negara, itu hanyalah berupa sasaran antara. Karena Persatuan yang sesungguhnya adalah globalisasi atau persatuan dunia yang universal dan memiliki sifat Illahiah